Air Sungai Bau Menyengat, Ikan Mati, Sumur Tercemar; Warga Sebut Diduga Akibat Limbah
ROKAN HULU – Masyarakat yang bermukim di sekitar aliran Sungai Bawah di Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun, Rokan Hulu keluhkan kondisi air sungai keruh.
Tidak hanya itu, aroma menyegat pun merebak dan ikan-ikan mati mengambang di permukaan air. Warga menduga, hal ini disebabkan oleh limbah dari pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT SSM.
Masyarakat tempatan sering menyampaikan sikap protes. Namun upaya tersebut tidak pernah mendapat penyelesaian.
Awak media menelusuri ke lapangan pada, Ahad (22/6/25). Apa yang menjadi keluhan masyarakat bukanlah isapan jempol semata.
Bau menyengat begitu tajam di sepanjang sungai. Seorang warga yang paling terpukul adalah Ewit Sitorus, mengaku mengalami kerugian besar.
“Jelas saya sangat dirugikan. Ikan-ikan di beberapa kolam saya mati mengambang. Limbah itu merusak bukan cuma lingkungan, tapi juga penghidupan kami,” tegas Ewit dengan nada tinggi.
Ewit menuntut tanggungjawab dari PT SSM atas kerugian yang dialaminya. Menurutnya, perusahaan jangan hanya fokus mengejar keuntungan tanpa peduli dampak lingkungan dan sosial.
Selain Ewit, Barus yang tinggal di pinggiran Sungai Bawah juga menyampaikan hal serupa. Ia mengungkapkan, limbah telah merembes hingga ke sumur warga.
“Air sumur kami berubah bau, keruh. Tidak layak konsumsi. Diduga limbah dari pabrik itu yang mencemari,” ungkap Barus geram.
Bahkan masyarakat desa sempat menempuh jalur mediasi melalui Kepala Desa Koto Tandun, Thosin Ramadhani. Namun, permintaan warga tidak ditanggapi.
“Kami sudah capek mengadu ke kades. Tak pernah ada tindak lanjut. Seolah-olah kami tak dianggap,” ujar Ewit dan Barus kompak.
Masyarakat mendesak agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Riau, khususnya Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH).
Mereka berharap dilakukan pengujian air sungai dan penyelidikan menyeluruh, bahkan tak menutup kemungkinan menuntut penghentian sementara operasional PKS.
Camat Tandun, Feriadi S.Ip M.Si menyatakan sudah menerima laporan dari masyarakat dan berkomitmen untuk menelusuri langsung kondisi aliran sungai.
Ia juga telah menyampaikan laporan ke Dinas Lingkungan Hidup Rokan Hulu dan DLH Provinsi Riau.
Warga juga meminta DPRD Rokan Hulu segera melakukan inspeksi ke lokasi, termasuk meninjau izin pengelolaan limbah di pabrik tersebut.
Toni Alexander, Pihak Humas PT Era Sawita yang menaungi PT SSM tidak memberi jawaban memadai saat dikonfirmasi, justru sebaliknya lontarkan perkataan nyelekit.
“Di hulu air dari sungai tersebut bersih, Bang. Tidak ada tercemar,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Pernyataan pihak perusahaan ini bertolak belakang dengan kondisi di lapangan, yang mana bau menyengat dari sungai, ikan mati, dan air sumur tercemar.
Masyarakat berharap, apa yang disuarakan tidak kembali menguap dan menanti adanya sebuah perubahan yang adil terhadap lingkungan. ***
Editor : Redaksi
