Kejari Pekanbaru di Demo Massa GMP; Usut Tuntas Dugaan Korupsi eks Dewan Pekanbaru
PEKANBARU – Massa dari Generasi Muda Patriotik (GMP) menggelar unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Senin (4/8/25).
Peserta aksi mendesak keseriusan Kejari dalam mengusut dugaan kasus korupsi yang melibatkan mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru yang bernama IYS.
Koordinator Lapangan GMP, Riki mengatakan perkara yang dialami IYS sudah bergulir di meja penyidik Kejaksaan Negeri Pekanbaru sejak Mei 2024 lalu.
Namun hingga Agustus 2025 ini belum ada penetapan tersangka.
“Kami Meminta kejelasan Kejari terkait kasus Ida Yulita Susanti (IYS) mengenai tindakan pelanggaran PP Nomor 18 Tahun 2017 tentang hak keuangan dan administrasi pimpinan dan anggota DPRD, yang mana Ida Yulita Susanti adalah anggota DPRD Kota Pekanbaru 2014-2024,” kata Riki kepada wartawan, Senin (4/8/25).
Dia mengatakan, negara mengalami kerugian sebesar Rp 704.900.000 (Tujuh ratus empat juta sembilan ratus ribu rupiah) sejak 2017-2021.
“Persoalan ini sudah masuk tahap penyidikan sejak bulan Mei 2024, hingga hari ini belum ada keterangan apakah akan dilakukan penetapan tersangka atau tidak, maka kami meminta Kejari menjelaskan ke publik bagaimana kedudukan proses hukum terkait kasus IYS ini,” jelas Riki.
Kasi Intel Kejari Kota Pekanbaru, Effendy Zarkasyi meyakinkan bahwa proses penyidikan tetap berlanjut.
Dia menekankan bahwa kasus yang dialami IYS sudah menjadi atensi Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia.
“Kasus ini tidak akan hilang. Tetap kita proses hingga tuntas. Sempat terhenti dikarenakan yang bersangkutan (IYS) mengikuti Pilkada,” kata Efendy Zarkasyi SH MH menjawab pertanyaan massa aksi dari GMP.
Effendy mengatakan pihaknya tidak ada kepentingan tertentu dalam menangani persoalan yang melibatkan anggota DPRD Pekanbaru periode 2014-2024 itu.
“Tidak ada, kita siapapun tetap akan berjalan. Teman-teman bisa datang kesini tanpa perlu aksi juga kita akan sampaikan progres nya. Cuman saya tidak bisa campuri rekan penyidik, kan,” jelasnya.
Aksi sempat memanas karena diduga simpatisan Ida menyerang massa aksi dan mencoba membubarkan massa kasi dengan mengambil spanduk dan mengancam akan melakukan pemukulan. ***
