Pemain BBM Bersubsidi di Tapung Hilir Sebut Gudang Penimbun Dipasok dari Dumai
KAMPAR – Dugaan praktik penyaluran BBM bersubsidi di Tapung Hilir mengarah pada rantai pasokan lintas wilayah yang perlu diusut hingga ke hulunya.
Jaringan penjualan BBM bersubsidi di Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Irpan mengungkapkan asal usul bahan bakar minyak di gudang penimbunan.
“Ada yang didatangkan dari Dumai, waktu itu saya pernah lihat pengangkutan BBM menggunakan mobil-mobil box (colt diesel),” kata Irpan kepada Indonesiawarta, (9/10/26).
Sebelumnya diberitakan, peredaran BBM bersubsidi yang bersumber dari gudang penimbunan diduga masih berlangsung secara masif di Kecamatan Tapung Hilir.
Sejumlah nama disebut sebagai penjual BBM, di antaranya Irpan, Robi, IB dan BB. Mereka menjual bahan bakar tersebut ke pelosok desa-desa.
Para penjual memperoleh bahan bakar tersebut dengan cara membeli melalui pengelola gudang-gudang penimbun BBM bersubsidi di Kabupaten Siak.
Adapun alamat gudang yang diduga menimbun BBM tersebut berlokasi di jalan raya lintas Pekanbaru–Duri tepatnya di wilayah Kecamatan Kandis.
Selain itu, gudang lainnya berada di jalan lintas Simpang Gelombang–Petapahan atau di sekitar wilayah Telaga Samsam.
“Iya benar, saya beli dari gudang BBM itu,” kata Robi saat ditanya, apa benar BBM bersubsidi berasal dari gudang penimbunan tersebut.
Demikian juga Irpan, ia membenarkan membeli Pertalite dari gudang penampungan BBM di sekitar ruas jalan lintas Pekanbaru–Duri tepatnya di Kandis.
Dalam sepekan Irpan membeli BBM bersubsidi sebanyak lebih kurang 2 ton Pertalite dengan harga Rp 360.000 per jeriken berkapasitas 35 liter.
Meskipun Irpan dan Robi memperoleh BBM bersubsidi dari gudang minyak. Namun keduanya mengaku tidak mengetahui tentang kemurnian BBM tersebut.
Sedangkan IB, disebut-sebut sebagai pemain Solar dan Pertalite. Untuk Solar ia diduga membeli dari penyedia yang berada di Kecamatan Tapung Hulu.
Sementara itu, pria berinisial BB tidak merespons ketika dikonfirmasi dugaan keterlibatannya menjual bahan bakar dari gudang penimbun BBM.
BBM bersubsidi merupakan instrumen kebijakan publik yang ditujukan bagi kelompok atau sektor yang berhak sesuai ketentuan.
Ketika distribusinya diduga diselewengkan untuk kepentingan pribadi, dampaknya dapat menjalar ke masyarakat luas, akibat terganggunya ketersediaan BBM.
Sebab secara prinsip, subsidi yang berasal dari uang negara semestinya memberikan manfaat kepada masyarakat, bukan menjadi celah bagi praktik penyimpangan distribusi.
Terkait informasi mengenai dugaan masuknya BBM bersubsidi dari Kota Dumai menuju gudang-gudang penampungan di wilayah Kabupaten Siak itu.
Indonesiawarta masih berupaya untuk mengonfirmasi kepada pihak pemilik maupun pengelola gudang-gudang tersebut.
(dhi)
