Warga Tolak Kehadiran Utusan Agrinas dan CV CPM di Areal Perkebunan Sawit
INDRAGIRI HILIR – Pihak CV Cahaya Putri Melayu (CPM) memasuki areal perkebunan kelapa sawit yang selama ini digarap Kelompok Tani Kemuning Sawit Unggul atau kelompok Gindo Naibaho, pada hari Rabu (25/3/26).
Rosmely, Direktur CV CPM bersama rombongan termasuk utusan PT Agrinas Palma Nusantara tiba di perkebunan sawit yang berlokasi di Desa Sekayan, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sekira pukul 11.00 wib.
Pantauan di lapangan, sejumlah masyarakat desa telah berkumpul sebelum Rosmely dan Tim-nya datang.
Terlihat juga Kapolsek Kemuning Kompol M Simanungkalit SH MH didampingi personil polisi hadir di lokasi, guna menjaga dan mengantisipasi terjadinya kericuhan antara dua kelompok tersebut.
Menurut pengakuan seorang warga setempat bahwa masyarakat dan pekerja tidak menginginkan keberadaan pihak CV CPM di kebun sawit mereka.
“Kami menolak kedatangan Rosmely dengan rombongannya,” ungkap warga kepada wartawan.
Selain itu, awak media mengejar pihak yang disebut-sebut sebagai utusan Agrinas dengan mempertanyakan dokumen serah terima dari Satgas PKH kepada perusahaan plat merah tersebut.
Utusan Agrinas memastikan seluruh tahapan telah lengkap secara administrasi. Namun, dia tidak mengizinkan jurnalis untuk mengetahui isi surat yang diperlihatkan pada saat di lokasi.
Bahkan, utusan Agrinas menolak permintaan jurnalis yang ingin mengambil gambar dokumen serah terima lahan perkebunan kelapa sawit itu.
“Tidak bisa bang, di kantor sajalah, nanti disana mau langsung minta photo copy nya bisa juga,” ucap utusan tersebut.
Sementara itu, demi mencegah pertikaian, Kapolsek merangkul seluruh pihak untuk berdiskusi dengan dibantu Sekretaris Desa dan Kepala Dusun di titik B.
Setelah berkumpul di titik B, Kapolsek berupaya memberi masukan dan meminta kepada para pihak agar menyelesaikan masalah dengan melakukan musyawarah.
Kerja keras Kapolsek dalam menjaga Kamtibmas membuahkan hasil. Pihak Rosmely akhirnya bergerak meninggalkan areal perkebunan tersebut. Polisi pun menjamin keselamatan rombongan tersebut dengan mengawalnya hingga keluar dari daerah itu.
Kapolsek Kemuning menyampaikan apresiasi atas kesediaan pihak-pihak yang bertikai untuk berdiskusi dengan kepala dingin. Ia berjanji akan memfasilitasi mediasi tersebut pada hari itu juga. (*/Rls)
