Minat Belajar Anak Riau Ditingkat Perguruan Tinggi Masih Rendah
PEKANBARU – Dalam pembukaan acara Riau Edutech Campus Summit 2026, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya hadir mewakili Gubernur Riau.
Kepala dinas ini menyampaikan kondisi dan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan Riau berdasarkan data pembangunan daerah.
“Partisipasi pendidikan usia 19-24 tahun baru mencapai sekitar 31 persen, sementara lulusan sarjana di Riau masih berada di kisaran 13 persen dari total sekitar 7 juta penduduk,” kata Erisman
Menurut Erisman, kondisi ini menjadi alarm bagi seluruh pihak bahwa akses dan minat belajar pada pendidikan tinggi masih perlu diperkuat.
Dikatakannya, tingkat pengangguran di Riau periode Agustus 2025 tercatat di angka 4,16 persen. Meskipun jumlah itu masih dibawah angka nasional, namun tetap cukup tinggi.
Tidak sebanding dengan realisasi investasi berjumlah puluhan triliun di Riau dan bertahan dalam rating lima besar nasional.
“Pendidikan ke depan tidak cukup hanya mendorong anak-anak untuk kuliah, tetapi harus relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan arah pembangunan daerah. Hari ini, dunia tidak lagi bertanya kamu lulusan mana, tetapi kamu bisa apa,” ucap Erisman Yahya, (7/1/26).
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam mendukung pendidikan melalui beasiswa prestasi, bantuan pendidikan bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan, agar tidak ada generasi muda yang kehilangan masa depan karena keterbatasan ekonomi.
Anggota DPR RI Komisi X Dr Karmila Sari, menyatakan komitmennya untuk membantu membuka akses pendidikan tinggi bagi siswa/siswi Riau.
Ia menegaskan akan mendorong berbagai skema bantuan dan beasiswa agar faktor biaya tidak lagi menjadi penghalang.
“Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, saya akan berupaya berkoordinasi dengan kepala sekolah dan pemangku kepentingan. Beasiswa harus menjadi solusi agar anak-anak Riau bisa melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya,” pungkasnya.
