Aktivis Joe Kampe Minta Polres Pelalawan Tertibkan Truk Pengangkut Karyawan di RAPP
PELALAWAN – Aktivis Gerakan Pemuda Peduli Pelalawan (GP3), Joe menilai Satlantas Polres Pelalawan tidak cepat belajar dari kejadian naas beberapa waktu lalu yang menewaskan belasan orang dewasa termasuk Anak-anak di bawah lima tahun (Balita).
Kecelakaan tragis yang menimpa Buruh Harian Lepas (BHL) PT NWR saat itu diketahui mengangkut tenaga kerja PT NWR dengan menggunakan truk bak terbuka yang kemudian terjun ke sungai Segati.
“Apakah harus memakan korban dulu baru polres Pelalawan dan instansi berwenang ada tindakan, tentu kita sebagai masyarakat tidak menginginkan hal itu terjadi, maka dari itu kita minta Polres Pelalawan dan instansi berwenang untuk segera menindak, jangan ada lagi pembiaran,” kata Joe kepada media, Rabu (12/3/25).
Ia menyayangkan masih banyaknya kendaraan jenis bak terbuka digunakan mengangkut tenaga kerja berseliweran mengarah ke pabrik yang berada di Pangkalan Kerinci.
“Kami menganggap dan menilai mobil truk angkut pekerja rekanan RAPP tidak Memanusiakan manusia, kenapa bisa begitu?. Karena mobil truk itu adalah mobil angkutan barang dan hewan,” ujar Joe kecewa.
Mengangkut penumpang (pekerja) menggunakan truk adalah terlarang karena secara aturan fungsinya adalah untuk angkutan barang, bukan manusia.
Padahal, kata Joe, APRIL selalu membanggakan kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja (OHS) mereka.
April Group menyatakan untuk terus meningkatkan pemeliharaan lingkungan kerja yang selamat, sehat dan aman bagi seluruh karyawan, kontraktor, konsumen dan pengunjung.
“Namun yang terjadi saat ini jelas bertolak belakang dengan apa yg di gaungkan,” ujarnya kesal. (JA)
Editor : Redaksi
