APRIL Kerap Kumandangkan OHS, Insiden Sungai Segati Telan Banyak Korban
PEKANBARU – Jikalahari mendesak Polda Riau menetapkan Direksi PT Nusa Wana Raya (NWR) dan APRIL Group bertanggungjawab atas tragedi di Sungai Segati.
Akibat truk bak terbuka yang mengangkut 32 pekerja dan anggota keluarganya yang hendak berbelanja di Pasar Segati terjun ke sungai.
“Kami menyampaikan belasungkawa terhadap korban dan keluarga dan mendorong Polda Riau mengambil alih dan segera menetapkan tersangka Direksi PT NWR dan APRIL Grup dan menutut pertanggungjawabannya,” kata Okto Yugo Setiyo, Koordinator Jikalahari, (24/2/25).
Dalam insiden ini sebanyak enam orang meninggal dunia (3 diantaranya Balita) dan sembilan orang hingga kini belum ditemukan.
Peristiwa naas yang menimpa para korban ini buah dari terjadinya pelanggaran regulasi dan hak asasi manusia.
PT NWR jelas melakukan pelanggaran karena membiarkan mobil truk Colt Diesel dijadikan sebagai alat transportasi bagi pekerja di dalam konsesinya.
Hal tersebut sangat bertentangan dengan Pasal 137 Undang Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Mengangkut penumpang menggunakan truk adalah terlarang karena secara aturan fungsi mobil barang dan penumpang berbeda,” sebut Okto Yugo.
APRIL juga gagal dalam menjamin keselamatan pekerja. Padahal Holding ini selalu membanggakan Kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (OHS) mereka.
Group APRIL menyatakan meningkatkan pemeliharaan lingkungan kerja yang selamat, sehat dan aman bagi seluruh karyawan, kontraktor, konsumen dan pengunjung.
Pemerintah harus mengaudit kinerja APRIL Group atas jaminan keselamatan kerja dan kesejahteraan pekerjanya dan masyarakat sekitar.
“Pemerintah harus audit pelaksanaan kerja APRIl Group dan memastikan hak seluruh korban baik yang meninggal maupun korban selamat, serta memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali, baik bagi pekerja maupun masyarakat sekitar,” ucap Okto.
Kecelakaan kerja ini bukanlah yang pertama di lingkungan APRIL Group yang mengakibatkan para pekerja dan masyarakat sekitar menjadi korban.
Pertama, pada Februari 2023, sebanyak 32 orang karyawan PT MSM yang bekerja pada Project PT RAPP mengalami gangguan pernafasan.
Diduga karena menghirup gas beracun (sulfur acid) dari pipa zat kimia PT RAPP yang mengalami kebocoran.
Kedua, pada November 2024, kecelakaan lalu lintas tragis di jalan koridor PT RAPP Km 42 Desa Segati.
Mobil pick up Mitsubishi L 300 yang dikemudikan masyarakat Desa Segati bertabrakan dengan truk Hino milik PT DNR subkontraktor PT RAPP yang mengangkut kayu akasia.
Kecelakaan ini mengakibatkan supir mobil pick up L300 meninggal dunia. Untuk mengantisipasi kejadian berulang Jikalahari mendesak:
- Gubernur Riau mengintruksikan dinas terkait melakukan audit K3 seluruh wilayah operasional APRIL Grup.
- Polda Riau ambil alih untuk penyidikan sampai tuntas terhadap Direksi PT NWR dan APRIL Grup yang membiarkan truk Colt Diesel digunakan sebagai kendaraan operasional untuk pekerja.
- APRIL Grup bertanggung jawab penuh terhadap 32 korban, baik yang meninggal maupun yang dalam perawatan. ***
Editor : Redaksi
