Pantai Teluk Papal Hanyut, Masyarakat Bengkalis Dihantui Rasa Was-was
BENGKALIS – Pesisir Kabupaten Bengkalis mengalami abrasi yang cukup parah di wilayah jalan Gebak Dusun Teluk Pesisir, Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan.
Kondisi itu menjadi bukti bahwa gelombang air laut terus menerus mengikis daratan di pesisir pantai.
Dalam dokumentasi masyarakat yang melaporkan fenomena tersebut. Terlihat pohon dan tanaman lainnya yang sebelumnya berada di darat kini sudah terendam.
Garis pantai di kawasan itu terus mengalami kemunduran akibat hantaman ombak, terutama saat musim angin laut.
Seorang warga mengaku prihatin melihat situasi tersebut. Menurutnya, proses abrasi kian meluas di saat gelombang besar dari laut datang.
“Setiap musim angin datang, ombak semakin besar dan terus mengikis pantai. Kalau dibiarkan, kebun warga akan habis dan daratan Pulau Bengkalis akan semakin menyusut,” ujarnya, (25/7/26).
Ia menceritakan, dirinya kerap mengunggah dokumentasi kejadian pengikisan daratan oleh hantaman ombak air laut ke platform media sosial.
Di sekitar tempat terjadinya abrasi sudah ada tanaman mangrove. Akan tetapi, vegetasi tersebut belum mampu meredam lajunya gelombang arus laut.
“Ada beberapa pohon mangrove, tetapi tidak kuat menahan abrasi karena ombak di sini terlalu besar. Wilayah ini langsung berhadapan dengan Selat Malaka,” katanya.
Sejauh ini, warga tersebut mengaku belum melihat adanya langkah penanganan yang efektif untuk menghentikan laju abrasi.
Masyarakat Kabupaten Bengkalis khawatir wilayah daratan akan semakin berkurang, bila pengikisan tanah itu berlangsung lebih lama lagi.
“Bantu kami, Pak. Beginilah faktanya di Pulau Bengkalis. Saya hampir setiap minggu memposting kondisi ini supaya ada yang melihat dan memperhatikan,” ungkapnya.
Penduduk wilayah Teluk Papal berharap pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat mengambil langkah konkret dengan membangun infrastruktur pengaman pantai.
Maupun upaya antisipasi menggunakan ekosistem mangrove yang sesuai dengan karakteristik Pulau Bengkalis.
Tanpa penanganan yang serius, abrasi berpotensi terus meluas dan mengancam lahan perkebunan, permukiman warga, serta keberlangsungan wilayah pesisir Bengkalis.
(har)
