Sejarawan Soroti Keunikan Sejarah Bukittinggi, Usulkan Julukan yang Lebih Spesifik
BUKITTINGGI – Sejarawan senior Profesor Anhar Gonggong mengatakan bahwa Bukittinggi memiliki sejarah perjuangan yang berbeda dari daerah lain dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, julukan “Kota Perjuangan” saja belum cukup. Bukittinggi perlu memiliki julukan yang lebih khusus agar masyarakat lebih mudah mengenali peran penting kota ini dalam sejarah Indonesia.
Hal itu ia katakan dalam Seminar Nasional “Bukittinggi Kota Perjuangan” yang digelar untuk memperingati 100 tahun Jam Gadang di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis (18/6/26).
“Kalau saya ditanya, maka saya akan mengatakan Bukittinggi adalah kota perjuangan dalam kenyataan kedaruratan Republik. Itulah yang membedakannya dari daerah lain,” papar Anhar.
Keunikan sejarah tersebut menjadi modal kuat bagi Bukittinggi untuk memperoleh status dan pengakuan yang lebih khusus dari pemerintah.
Anhar menyebutkan juga fakta sejarah tidak dapat dipisahkan dari peran penting kota tersebut pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan Pemerintah Kota Bukittinggi bersama para sejarawan untuk terus mendiskusikan dan memperkuat narasi sejarah yang menjadi ciri khas tersebut.
Dia juga menyatakan dukungannya terhadap upaya menjadikan Bukittinggi sebagai kota yang memiliki keistimewaan sejarah.
“Fakta sejarah menunjukkan Bukittinggi memiliki kenyataan yang berbeda dibanding kota-kota lain pada periode kemerdekaan. Kekhasan itu ada dan tidak akan pernah sama dengan daerah lainnya,” pungkas Anhar Gonggong.
(yts)
